UNICEF perkirakan 60 ribu anak-anak Korea Utara bakal kelaparan

Posted on

kim jong un. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak-anak (UNICEF) dua hari lalu melaporkan sekitar 60.000 anak-anak di Korea Utara berpotensi mengalami kelaparan, karena pengiriman bantuan terhambat oleh sanksi internasional. Korea Utara memang sedang gencar-gencarnya membuat program rudal balistik yang memicu adanya sanksi tersebut.

Wakil Direktur Eksekutif UNICEF Omar Abdi mengatakan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB, pasokan bantuan atau operasi kemanusiaan dikecualikan dari sanski tersebut.

“Tapi yang pasti bank, perusahaan yang menyediakan barang atau kapal sangat berhati-hati. Mereka tidak mau mengambil risiko nantinya terkait (dengan) melanggar sanksi,” kata Abdi.

Menurut dia, hal itu yang membuat kesulitan saat membawa barang. Waktu yang dibutuhkan sedikit lama, terutama untuk mendapatkan uang di Korut. Selain itu juga pengiriman barang via kapal ke DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) (sulit) perlu waktu. Jalur kapalnya tidak banyak ke wilayah tersebut.

Selain itu, Korea Utara juga mendapat sanksi yang membuat harga bahan bakar mahal dan langka.

“Kami memprediksi selama tahun ini ada 60.000 anak-anak yang menjadi korban gizi buruk. Ini adalah malnutrisi yang berpotensi menyebabkan kematian. Ini adalah kekurangan protein dan kalori,” kata Direktur Program Darurat UNICEF Manuel Fontaine, seperti dilansir dari laman Business Insider, Selasa (29/1).

Juru bicara UNICEF Christophe Boulierac mengatakan, anak-anak yang terkena diare, disebabkan adanya faktor sanitasi dan kebersihan yang buruk. Dan kekurangan gizi yang akut bisa menjadi penyebab utama kematian di kalangan anak kecil.

Untuk menyelamatkan anak-anak dari kelaparan, UNICEF mencari dana sebesar USD 16.5 juta tahun ini. Nantinya dana itu akan berbentuk nutrisi, kesehatan, dan air di Korea Utara. Tapi tentu saja ada halangan operasional, karena faktor politik dan sanksi.

Lembaga CARE International mengatakan kondisi Korea Utara memang tidak pernah dilaporkan ke dunia. Data PBB menyebutkan, dua dari lima warga Korea Utara mengalami kekurangan gizi. [pan]

Sumber Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *